Kamis, 30 April 2015

PROGRAM BERBAGI MIMPI

Program Berbagi Mimpi
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia, itu salah satu bait lagu karya band terkenal di Indonesia Nidjie. Soundtrack lagu film karya Andrea Hinata Laskar Pelangi. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya setiap manusia itu pada hakekatnya memiliki mimpi entah itu mimpi kecil ataupun mimpi besar. Apapun mimpi itu teruslah untuk memimpikannya karena kita tidak akan pernah tahu kapan Allah akan menjawabnya.

Saya dan siswi-siswi MA IBNU MALIK 

Spanduk dari salah satu donatur acara Diana Envyme

Saya dan siswi-siswi MTS IBNU MALIK 


Berawal dari sebuah permintaan sekolah menengah di Bandung kepada tokoh Perempuan yang sangat energik yakni Indari Mastuti belau juga salah satu Mentor saya. Untuk memberikan siswa siswi didikan mereka sebuah Motivasi karena 80% mereka adalah tergolong anak yang kurang mampu. Atas permintaan itulah akhirnya tercetus ide untuk memberikan donasi yang tidak berupa santunan uang namun ini lain dari pada yang lain kami menyebutnya Program Berbagi Mimpi.
Wujud nyatanya adalah pemberian papan Dreamboard atau yang kita kenal dengan The Must List atau papan mimpi. Fungsi dari papan tersebut adalah untuk memetakan mimpi kita secara lebih terperinci. Kenapa harus ditulis? Jawabannya Ya, karena dengan menulis mimpi kita secara rinci akan lebih memudahkan kita untuk melangkah dan mewujudkannya. Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini jika kita percaya pada Allah SWT.

Kegiatan amal kemanusiaan ini lebih kepada berbagi. Cara kami untuk mengkampanyekannya adalah dengan mencari donatur dengan memberitahukan kepada khalayak umum via Online tentang program tersebut. Tidak sulit rasanya dengan cara seperti ini nyatanya sudah lebih dari 300 pcs Dreamboard telah kami bagikan kepada anak-anak.

Nah setelah acara tersebut sukses di Bandung maka kami tergerak untuk melanjutkan program tesebut secara lebih intens. Action kami yang kedua adalah dengan berbagi mimpi  bersama 600 anak di Madura. Kenapa di Madura? Ya karena saya tinggal di Madura dan tidak hanya di Madura nantinya namun kami ingin menjangkau seluruh sekolah di Indonesia.

Sabtu tanggal 18 April 2015 saya sebagai wakil dari Indscript mengadakan kegiatan yang pertama Program Berbagi Mimpi tersebut. 165 anak hadir yakni siswa siswi MA IBNU MALIK Kelas X, XI, dan Kelas XII. Saya menjelaskan tentang asal usul diciptakannya The Must List adalah berawal dari kisah nyata terbitnya buku karya Ana Farida Puzzle Mimpi itulah tonggak munculnya ide untuk menciptakan Puzzle Mimpi oleh Indari Mastuti tokok dari buku Puzzle Mimpi tersebut.
Saya sudah lebih dari tiga kali membacanya dan tidak pernah merasa bosan. Bahkan ketika saya sedang lelah, lesu dan tidak bersemangat buku tersebut bisa jadi obat untuk saya. Dreamboard ini adalah salah satu item dari Simple Product.

Acara yang kedua hari Kamis tanggal 30 April 2015 dihadiri oleh 95 anak yakni dari MTS IBNU MALIK . Masih satu yayasan juga dengan MA IBNU MALIK. Dan kali ini dihadiri oleh lebih banyak Guru-guru dan mereka juga ikut antusias mendengarkan penjelasan dari saya.
Terpancar bahagia dari wajah anak-anak tersebut dan itu suatu hasil yang maksimal untuk saya. Karena mereka tidak menyangka bahwa dengan menuliskan mimpi saja mereka sudah merasa bahagia apalagi mimpi tersebut bisa terwujud. Teruslah bermimpi dan biarkan Tuhan memeluk mimpi itu dan akan memberikan jalan untuk mewujudkannya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar