Program
Berbagi Mimpi
Mimpi adalah
kunci untuk kita menaklukan dunia, itu salah satu bait lagu karya band terkenal
di Indonesia Nidjie. Soundtrack lagu film karya Andrea Hinata Laskar Pelangi.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya setiap manusia itu pada hakekatnya
memiliki mimpi entah itu mimpi kecil ataupun mimpi besar. Apapun mimpi itu
teruslah untuk memimpikannya karena kita tidak akan pernah tahu kapan Allah akan menjawabnya.
![]() |
| Saya dan siswi-siswi MA IBNU MALIK |
![]() |
| Spanduk dari salah satu donatur acara Diana Envyme |
![]() |
| Saya dan siswi-siswi MTS IBNU MALIK |
Berawal dari
sebuah permintaan sekolah menengah di Bandung kepada tokoh Perempuan yang
sangat energik yakni Indari Mastuti belau juga salah satu Mentor saya. Untuk
memberikan siswa siswi didikan mereka sebuah Motivasi karena 80% mereka adalah
tergolong anak yang kurang mampu. Atas permintaan itulah akhirnya tercetus ide
untuk memberikan donasi yang tidak berupa santunan uang namun ini lain dari
pada yang lain kami menyebutnya Program Berbagi Mimpi.
Wujud
nyatanya adalah pemberian papan Dreamboard atau yang kita kenal dengan The Must
List atau papan mimpi. Fungsi dari papan tersebut adalah untuk memetakan mimpi
kita secara lebih terperinci. Kenapa harus ditulis? Jawabannya Ya, karena
dengan menulis mimpi kita secara rinci akan lebih memudahkan kita untuk
melangkah dan mewujudkannya. Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini jika kita
percaya pada Allah SWT.
Kegiatan
amal kemanusiaan ini lebih kepada berbagi. Cara kami untuk mengkampanyekannya
adalah dengan mencari donatur dengan memberitahukan kepada khalayak umum via
Online tentang program tersebut. Tidak sulit rasanya dengan cara seperti ini
nyatanya sudah lebih dari 300 pcs Dreamboard telah kami bagikan kepada
anak-anak.
Nah setelah
acara tersebut sukses di Bandung maka kami tergerak untuk melanjutkan program
tesebut secara lebih intens. Action kami yang kedua adalah dengan berbagi
mimpi bersama 600 anak di Madura. Kenapa
di Madura? Ya karena saya tinggal di Madura dan tidak hanya di Madura nantinya
namun kami ingin menjangkau seluruh sekolah di Indonesia.
Sabtu
tanggal 18 April 2015 saya sebagai wakil dari Indscript mengadakan kegiatan
yang pertama Program Berbagi Mimpi tersebut. 165 anak hadir yakni siswa siswi
MA IBNU MALIK Kelas X, XI, dan Kelas XII. Saya menjelaskan tentang asal usul
diciptakannya The Must List adalah berawal dari kisah nyata terbitnya buku
karya Ana Farida Puzzle Mimpi itulah tonggak munculnya ide untuk menciptakan
Puzzle Mimpi oleh Indari Mastuti tokok dari buku Puzzle Mimpi tersebut.
Saya sudah
lebih dari tiga kali membacanya dan tidak pernah merasa bosan. Bahkan ketika
saya sedang lelah, lesu dan tidak bersemangat buku tersebut bisa jadi obat
untuk saya. Dreamboard ini adalah salah satu item dari Simple Product.
Acara yang
kedua hari Kamis tanggal 30 April 2015 dihadiri oleh 95 anak yakni dari MTS
IBNU MALIK . Masih satu yayasan juga dengan MA IBNU MALIK. Dan kali ini
dihadiri oleh lebih banyak Guru-guru dan mereka juga ikut antusias mendengarkan
penjelasan dari saya.
Terpancar
bahagia dari wajah anak-anak tersebut dan itu suatu hasil yang maksimal untuk
saya. Karena mereka tidak menyangka bahwa dengan menuliskan mimpi saja mereka
sudah merasa bahagia apalagi mimpi tersebut bisa terwujud. Teruslah bermimpi
dan biarkan Tuhan memeluk mimpi itu dan akan memberikan jalan untuk
mewujudkannya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar