Rasa-rasanya kurang lengkap jika saya tidak sharing tentang hal ini diblog. Ini bagian kecil dari perubahan diri dalam hidup saya setelah menjadi seorang Ibu yang Multitasking. Tipe Ibu seperti saya ini suka akan keteraturan, kerapihan dan kebersihan termasuk dalam hal pekerjaan. Apalagi dalam Profesi saya sebagai seorang Guru, kerapihan buat saya hal yang nomor satu. Mungkin itu sebabnya ya saya jadi Guru Akuntansi karena didalam ilmu Akuntansi dituntut untuk rapih, runtut dalam mengerjakan pelaporan dan sempurna.
Nah awalnya Lifestyle ini adalah adanya sebuah tools yang menunjang pekerjaan saya. Uji coba yang saya lakukan adalah penerapan kedisiplinan atau lebih tepatnya konsistensi pada siswa yang saya tuntut. Pasti para pembaca sudah tahu bukan jika anak-anak remaja itu sedang berada diusia yang labil, mudah mendapat masukan dan pengaruh-pengaruh baik itu positif atau negatif. Nah pastinya juga susah untuk memfilter informasi yang masuk ke mereka bukan?.
Kedisiplinan yang saya maksud disini adalah pada kegiatan mereka sehari-hari. Kami berada disebuah desa kecil di sebelah barat Jembatan Tol Suramadu. Tepatnya di Desa Jambu Burneh Bangkalan. Saya sudah 7 tahun mengabdi disekolah ini yakni di MA Ibnu Malik setara dengan SMA. Nah selain menjadi Guru Akuntansi saya juga mengampu sebagai Wali Kelas X. Tugas terberat menurut saya. Namun enjoy sekali dari situ saya mengenal dan tahu akan macam-macam karakter anak-anak.
Sekolah yang kami miliki adalah sekolah swasta dibawah naungan Yayasan yaitu Yayasan Nadwatul Ishaqiyah dan sekolah kami berdiri sejak tahun 2011. Namanya juga Yayasan selain sekolah tingkat menengah yang kami miliki, kami juga memiliki Pondok Pesantren dengan nama sama dengan Yayasan. Dari situlah banyak murid kami berasal dari desa-desa diluar Kecamatan Burneh. Bahkan juga ada yang berasal dari Kota besar seperti Surabaya, Bandung dll.
Seperti halnya tipe pendidikan di Pondok Pesantren sekolah kami juga menerapkan disiplin yang tinggi. Namun itulah yang menjadi kendala anak-anak yang dari luar pesantren mengalami kesulitan untuk ritme disiplin tersebut. Mereka rata-rata juga sering menyepelekan hal-hal kecil terutama tentang kedisiplinan ini dan itu sangat membuat saya tergerak untuk mengenalkan mereka pada sebuah tools yang bisa mengawal mereka ke arah yang lebih baik.
Metrik hadir disekolah kami lewat perantara saya sebagai reseller pada awal saya bergabung, namun sekarang sudah berubah nama menjadi Lifestyle Ccnsultant. Iya Metrik mulai saya perkenalkan pada siswa-siswi saya dibulan November 2014.
Metrik adalah sebuah tools atau alat pencapaian target. Target apa saja bisa dalam bisnis, menulis atau omset. Nah disini Metrik saya pakai untuk menigkatkan kegiatan akademik siswa-siswi saya. Merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik, merubah malas menjadi rajin, merubah pesimis menjadi optimis.
Salah satu siswi yang mendapat penghargaan kecil dari saya sebuah buku " Jalan menuju Syurga" atas prestasinya karena telah mencapai target yang saya tetapkan dengan Metrik.
" Saya sampai lembur-lembur saat deadline yang ibu berikan hampir tiba, Namun saya sudah mencicil pekerjaan saya bu karena dengan begitu tidak terasa berat. Semua berkat Metrik yang saya miliki Metrik lah yang telah mengawal saya mencapai target belajar seperti yang saya inginkan". --- Testimoni dari Siti Maimuna siswi saya.
![]() |
| Siti Maimuna kelas XII terbantu dengan Metrik |
Tidak hanya Siti Maimuna yang merasa terbantu akan Metrik ini namun saya sebagai gurunya juga merasa meringankan beban saya. Dengan saya mengenalkan Metrik kepda mereka dengan sendirinya mereka ingin berubah. Dalam kehidupan keluarga saya pun Metrik ikut mengawal keseharian saya untuk menyelesaikan tugas-tugas dan target-target saya ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar