Sekecil apapun mimpimu itu sangat berarti
Sejak kecil saya memang suka bermimpi mungkin lebih tepatnya berkhayal.
Ingat film telenovela yang GADIS PEMIMPI itu saja yang saya ingat karena dulu trend sekali film telenovela di Indonesia. Cita-cita dari mulai menjadi arsitek, pengacara hingga dosen semuanya pernah saya mimpikan.
Ingat film telenovela yang GADIS PEMIMPI itu saja yang saya ingat karena dulu trend sekali film telenovela di Indonesia. Cita-cita dari mulai menjadi arsitek, pengacara hingga dosen semuanya pernah saya mimpikan.
Menjadi Guru mungkin mendekati cita-cita saya yang ketiga. Entah dari kapan saya begitu concern pada pendidikan dan satuhal yang sangat memotivasi saya dulu bahwa saya harus menjadi seorang SARJANA. Tepat setelah lulus SMK saya bercita-cita langsung bekerja karena saya menyadari orang tua belum bisa meneruskan keinginan saya masuk ke perguruan tinggi. Dua tahun setelah bekerja saya baru berani bermimpi lagi untuk kuliah. Satu hal yang membuat saya bangga bahwa sepeserpun saya tidak pernah meminta orang tua saya untuk membiayai kuliah saya pada waktu itu. Jadi mereka tidak tahu saya ini kuliahnya semester berapa mereka pun tidak pernah bertanya.
Ini cerita saya, di acara PROGRAM BERBAGI MIMPI kemaren saya kembali menceritakan kisah ini kepada anak didik saya. Terharu rasanya membuat mereka bersemangat untuk memetakan mimpi-mimpi yang mungkin takut untuk mereka tuliskan. Bahkan saat saya bertanya kepada salah satu Guru yang hadir, apa seh mimpi mereka kedepan? ini jawaban Guru tersebut :
Me : "Bisa ibu sebutkan mimpi ibu kedepan seperti apa,? supaya anak-anak disini juga tambah semangat".
Guru : " Waah saya juga baru tahu neh bu kalo mimpi saja juga bisa ditulis begini..TAMBAH SEMANGAT SAYA UNTUK BERMIMPI YANG LEBIH BESAR LAGI. Seperti ibu hanur juga sayapun juga demikian saat kuliah. Sepeserpun saya tidak minta pada orang tua saya meskipun itu dari hasil meminjam namun sambil bekerja sedikit demi sedikit saya juga bisa membayarnya. Saat ini mimpi terbesar saya adalah membangun RUMAH UNTUK ORANG TUA SAYA".
Guru : " Waah saya juga baru tahu neh bu kalo mimpi saja juga bisa ditulis begini..TAMBAH SEMANGAT SAYA UNTUK BERMIMPI YANG LEBIH BESAR LAGI. Seperti ibu hanur juga sayapun juga demikian saat kuliah. Sepeserpun saya tidak minta pada orang tua saya meskipun itu dari hasil meminjam namun sambil bekerja sedikit demi sedikit saya juga bisa membayarnya. Saat ini mimpi terbesar saya adalah membangun RUMAH UNTUK ORANG TUA SAYA".
Jleb saya mendengarnya..tidak sendirian rasanya saya ini bermimpi. Andapun demikian bukan? berbagilah mimpi dengan orang terdekatmu, keluargamu. Dan pastinya rengkuh mimpi anak-anak kita bisa jadi dari tangan kitalah mimpi-mimpi indah itu bisa terwujud tentunya dengan Ijin ALLAH SWT. Amiin.
Terima kasih Untuk Indscript dan para donatur yang telah bersedia berbagi mimpi untuk anak-anak kami disini. Salam hangat dari kami anak-anak di Madura.
#Programberbagimimpi
#SimpleModule


Tidak ada komentar:
Posting Komentar