Saya seorang guru dan sangat mencintai buku dan dunia buku. Sudah banyak koleksi buku dirumah itupun sedikit demi sedikit saya kumpulkan dari hasil menjual buku pula. Nah itu semua saya lakukan karena saya ingin anak-anak tumbuh dengan buku dan belajar untuk mencintai buku. Nah bagaimana asal-usul adanya hari buku Internasioal?.
Pada tahun 1995, Konferensi Umum UNESCO di Paris memutuskan tanggal 23
April sebagai World Book Day berdasar keberadaan Festival Katalonia serta pada
tanggal tersebut, Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega dan Josep
Pla meninggal dunia sedangkan Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Mejía
Vallejo and Halldór Laxness dilahirkan. Walaupun pada kasus Shakespeare dan
Cervantes ada sedikit perbedaan karena masing–masing meninggal dihitung dengan
sistem kalender yang berbeda dimana pada masa itu Inggris masih mempergunakan
sistem Kalender Julian sedangkan Katalonia mempergunakan sistem Kalender
Gregorian. Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara
pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta
komunitas–komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi
sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai–nilai sosial budaya
kemanusiaan.
Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day sebagai sebuah world
event adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak–anak untuk
mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca.
Acara–acara yang mengangkat dunia literasi sudah diselenggarakan di Indonesia,
diantaranya ada ‘Hari Buku Nasional’, ‘Hari Kunjungan Perpustakaan’ sampai
berbagai pameran dan bazaar buku (book fair) di tingkat lokal maupun nasional.
Seiring dengan adanya globalisasi informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan,
sudah saatnya kita melebarkan aktivitas kita dalam dunia perbukuan dengan ikut
berpartisipasi melakukan perayaan buku berskala internasional agar lebih
menggaungkan buku dan literasi di tengah masyarakat Indonesia.
Forum Indonesia Membaca (FIM), sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang
berkonsentrasi di aktivitas literasi, berupaya membuka ruang partisipasi
seluas–luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya baca. Setelah sukses
dengan World Book Day yang diadakan pertama kalinya di Indonesia pada tahun
2006 di Plasa Depdiknas dan Perpustakaan Diknas, Senayan, Jakarta, dan banyaknya
permintaan dari komunitas literasi, lembaga, penerbit buku dan masyarakat umum
maka di tahun 2007, Forum Indonesia Membaca, dengan mengambil tema ‘Buku untuk
Perubahan’, berusaha merealisasikan kembali pelaksanaan World Book Day di
Indonesia menjadi sebuah tradisi festival yang tujuannya untuk merayakan buku
dan literasi, dimana acara World Book Day membuka partisipasi masyarakat
sebesar– besarnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan
membaca, serta mengapresiasi dunia perbukuan itu sendiri, baik itu terlibat
sebagai pembicara, pengisi acara, peserta, maupun sebagai pengunjung. Kegiatan
selama penyelenggaraan World Book Day 2007 ini ditujukan untuk memunculkan
wacana di masyarakat akan pentingnya buku, dunia membaca dan menulis sehingga
muncul kesadaran di masyarakat untuk menggunakan literasi sebagai media
perubahan dalam kehidupannya.
Sumber : http://www.worldbookdayindonesia.blogspot.com/salam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar